Sabtu, 18 Desember 2010
Jumat, 17 Desember 2010
Upacara PenutupanLatihan Penggalang
- Tiap-tiap pemimpin regu memanggil anggotanya dengan barisan bersaf
- Para pimpinan regu memeriksa kebersiahan, kerapihan dll., sesuai dengan tugasnya, dan penggalang yang terpilih sebagai petugas upacara mempersiapkan peralatan yang diperlukan dalam upacara pembukaan.
2. Perlengkapan
- Bendera Merah Putih, tiang bendera (biasanya stok yang disambung) yang sudah berdiri.
3. Acara Pokok
- Pratama memanggil seluruh peserta upacara dengan pluit (bunyinya : priiiiit.......dan dijawab Siaaaap oleh para penggalang), kemudian pratama membuat kode angkare sambil meniup pluit dengan bunyi ptit..prit...prit..maka berlarilah para penggalang membentuk barisan berbentuk angkare menurut regunya masing-masing.
4. Penjemputan Pembina Upacara
- pratama/Pemimpin Upacara menjemput pembina upacara
- pratama menjemput pembina dengan ucapan "kak, upacara penutupan latihan pasukan penggalang sudah bisa dimulai, kakak dipersilahkan." kemudian pembina mengatakan "Terima kasih" kemudian pratama kembali ke tempat semula dan pembina mengambil tempat di belakang tiang bendera.
- salah seorang dari pembina maju satu langkah ke depan menandakan upacara dimulai.
- penghormatan kepada pembina dipimpin oleh pratama dan diikuti oleh seluruh peserta upacara
- Laporan dari pratama kepada pembina bahwa upacara penutupan latihan siap dilaksanakan, kemudian pratama kembali ke barisan regunya dan wakil yang tadinya menempati tempatnya kembali ke tempat yang paling kiri dari regunya
6. Penurunan Bendera Merah Putih
- pembina memerintahkan petugas bendera untuk menurunkan bendera dengan ucapan "petugas bendera". dan petugas pun maju dan langsung menurunkan bendera merah putih, tetapi sebelum menurunkannya terlebih dahulu memberi hormat kepada bendera merah putih
- Kemudian setelah bendera siap untuk di turunkan, penghormatan dipimpin oleh pembina dan diikuti oleh seluruh peserta upacara sampai bendera benar-benar turun.
7. Kata Bimbingan
- Pembina memberikan kata bimbingan
- Pada waktu memberikan kata bimbingan Pembiana cukup dengan sikap instirahat maka seluruh peserta upacara mengikutinya dengan sikap istirahat
- Selesai pengarahan Pembina kembali sikap sempurna dan diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan sikap sempurna/siap
8. Do'a
- doa dipimpin oleh pembina
- doa boleh secara berjamaah. boleh juga secara sendiri-sendiri.
9. Selesai
- Upacara Penutupan selesai
- Selesai berdo'a maka selesailah upacara
Catatan : Apabila pembina tidak hadir atau tidak bersedia maka upacara tidak bisa dilanjutkan.
Senin, 13 Desember 2010
Api Unggun
Api unggun adalah bagian dari kegiatan berkemah, tanpa adanya api unggun perkemaha itu seakan-akan tidak lengkap, orang bilang bagaikan gulai tanpa garam. oleh karena itu kegiatan api unggun merupakan kegiiatan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh pramuka apabila melaksanakan sebuah perkemahan.
adapun tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan api unggun adalah sebagai berikut :
- Mendapat kehangatan : biasanya di malam hari suasana di tempat perkemahan, apalagi di gunung sangatlah dingin, oleh karenanya api unggun merupakan salah satu solusinya.
- Menimbulkan semangat : biasanya api unggun dilaksanakan pada malam-malam terakhir perkemahan, dimana semua peserta sudah mulai capek,lelah dan jenuh. nah, api unggu lagi-lagi menjadi solusi karena api unggun melambangkan kobaran semangat yang membara yang seakan-akan tidak boleh padam. itu sebabnya di dalam penyulutan api unggun biasanya dimulai dengan upacara untuk memberi kesempatan kepada seluruh peserta untuk menghayati makna api unggun tersebut.
- Mencari Kegembiraan, mengingat suasana peserta sudah capek, lelah, dan jenuh, sementara pramuka itu harus selalu senang dan gembira, maka lagi-lagi api unggun menjawab permasalahan itu. itu sebabnya waktu penyulutan api unggun, setelah upacara selesai dilanjutkan dengan atraksi seni, baik itu menyanyi, maupun keterampilan lainnya yang semuanya itu bertujuan untuk membuat semua yang hadir merasa senang dan melupakan kelelahan yang dirasakannya.
yepoo,,yeppo
mari bergembira
di skitar api unggun menyala
Sabtu, 11 Desember 2010
Upacara Pembukaan Latihan Penggalang
1. Acara persiapan
Catatan : Apabila pembina tidak hadir atau tidak bersedia maka upacara tidak bisa dilanjutkan.
- Tiap-tiap pemimpin regu memanggil anggotanya dengan barisan bersaf
- Para pimpinan regu memeriksa kebersiahan, kerapihan dll., sesuai dengan tugasnya, dan penggalang yang terpilih sebagai petugas upacara mempersiapkan peralatan yang diperlukan dalam upacara pembukaan.
2. Perlengkapan
- Bendera Merah Putih, tiang bendera (biasanya stok yang disambung) yang sudah berdiri , teks Pancasila, teks Dasa Darma
3. Acara Pokok
- Pratama memanggil seluruh peserta upacara dengan pluit (bunyinya : priiiiit.......dan dijawab Siaaaap oleh para penggalang), kemudian pratama membuat kode angkare sambil meniup pluit dengan bunyi ptit..prit...prit..maka berlarilah para penggalang membentuk barisan berbentuk angkare menurut regunya masing-masing.
4. Penjemputan Pembina Upacara
- pratama/Pemimpin Upacara menjemput pembina upacara
- pratama menjemput pembina dengan ucapan "kak, upacara pembukaan latihan pasukan penggalang sudah bisa dimulai, kakak dipersilahkan." kemudian pembina mengatakan "Terima kasih" kemudian pratama kembali ke tempat semula dan pembina mengambil tempat di belakang tiang bendera.
- slah seorang dari pembina maju satu langkah ke depan menandakan upacara dimulai.
- penghormatan kepada pembina dipimpin oleh pratama dan diikuti oleh seluruh peserta upacara
- Laporan dari pratama kepada pembina bahwa upacara pembukaan latihan siap dilaksanakan, kemudian pradana kembali ke barisan regunya dan wakil yang tadinya menempati tempatnya kembali ke tempat yang paling kiri dari regunya
6. Pengibaran Bendera Merah Putih
- pembina memerintahkan petugas bendera untuk menaikkan bendera dengan ucapan "petugas bendera". dan petugas pun maju membawa bendera merah putih.
- Kemudian setelah bendera siap diikat, penghormatan dipimpin oleh pembina dan diikuti oleh seluruh peserta upacara
7. Pembacaan Teks Pancasila
- Pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara
- pembiana membacakan teks Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara
8. Pembacaan teks Dasa darma
- Pembacaan teks Dasa Darma oleh petugas
- Petugas Dasa Darma,
9. Kata Bimbingan
- Pembina memberikan kata bimbingan
- Pada waktu memberikan kata bimbingan Pembiana cukup dengan sikap instirahat maka seluruh peserta upacara mengikutinya dengan sikap istirahat
- Selesai pengarahan Pembina kembali sikap sempurna dan diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan sikap sempurna/siap
10. Do'a
- doa dipimpin oleh pembina
- doa boleh secara berjamaah. boleh juga secara sendiri-sendiri.
11. Selesai
- Upacara Pembukaan selesai
- Selesai berdo'a maka selesailah upacara
- dilanjutkan dengan kegiatan lainnya.
Catatan : Apabila pembina tidak hadir atau tidak bersedia maka upacara tidak bisa dilanjutkan.
Langganan:
Postingan (Atom)


